Rabu, April 01, 2026

Instruktur Sujud Tanpa Syahadat

Sore itu, kawasan Grand Depok City sedang memamerkan sisi tenangya. Sinar matahari yang mulai miring menyelinap di antara rimbun pohon peneduh di sepanjang jalan kembar yang lebar, namun di ruang guru SD Pemuda Bangsa, suasana justru terasa sedikit lebih padat oleh urusan batin. Thomas duduk menekuni layar ponselnya dengan ketelitian seorang kurator seni yang sedang memeriksa keaslian lukisan. Di layar itu, sebuah pesan gambar masuk dari nomor Tante Bagas—wali murid yang lebih sering mengirim alasan izin sakit daripada laporan nilai. Namun, kali ini isinya berbeda: sebuah foto Bagas yang sedang bersujud di atas sajadah bergambar Masjid Nabawi yang posisinya miring, seolah-olah kiblat sedang bergeser beberapa derajat ke arah dapur. Thomas memicingkan mata di balik kacamatanya, menghitung titik tumpu tubuh bocah kelas lima itu dengan dahi berkerut. Sebagai seorang Katolik yang taat, syahadat tak pernah melintasi lidahnya, namun sore ini ia memikul beban teologis yang sungsang: ia harus memastikan sujud Bagas tidak menyerupai posisi orang yang hendak push-up, semata-mata karena ia tak ingin bocah itu tumbuh dengan saku spiritual yang bolong di kota yang riuh oleh urusan dunia.

Sabtu, Oktober 22, 2022

Umar Singgih Merantau untuk jadi Kepala Sekolah

Umar Singgih, S.Pd, Kepsek SMKN 3 Sorong
Ini sebuah pertemuan yang tidak disengaja. Kebetulan tanggal 11 Agustus 2022 harus mendampingi ujian kompetensi PBJP Level-1 di Kota Sorong. Peserta ujian itu adalah ASN Kabupaten Sorong Selatan. Tempat ujian kebetulan di SMKN 3 Kota Sorong Provinsi Papua Barat.

Saya pagi itu pukul 08.00 sudah sampai di sekolah tersebut. Pintu gerbang masih terkunci. Namun satpam yang berada di pintu gerbang buru-buru membukakan pintu. Akhirnya mobil yang dicarter panitia ujian bisa masuk sampai di halaman sekolah. 

Saya turun dari mobil persis di depan ruang yang difungsikan sebagai tempat pembelajaran menggunakan komputer itu. Tapi pintu ruangan masih terkunci. Kemudian saya ditemui seorang bapak separuh baya, yang awalnya saya menduga kepala sekolah. Tetapi ternyata bukan, mungkin penjaga sekolah.

advertisment